9 Semua ini telah kulihat dan aku memberi perhatian kepada segala
perbuatan yang dilakukan di bawah matahari, ketika orang yang satu
menguasai orang yang lain hingga ia celaka.
10 Aku melihat juga orang-orang fasik yang akan dikuburkan boleh masuk,
sedangkan orang yang berlaku benar harus pergi dari tempat yang kudus
dan dilupakan dalam kota. Inipun sia-sia. 11 Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat. 12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup
lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh
kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya. 13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti
bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap
hadirat Allah.
14 Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang
benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik,
dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk
perbuatan orang benar. Aku berkata: "Inipun sia-sia!" 15 Oleh sebab itu aku memuji kesukaan, karena tak ada kebahagiaan lain
bagi manusia di bawah matahari, kecuali makan dan minum dan bersukaria.
Itu yang menyertainya di dalam jerih payahnya seumur hidupnya yang
diberikan Allah kepadanya di bawah matahari.
16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat
kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam, 17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala
pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga
manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun
orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak
dapat menyelaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar