Sabtu, 07 Mei 2016

Kidung Agung 2 : 8 - 17 Di pintu mempelai perempuan

8   Dengarlah! Kekasihku! 
          Lihatlah, ia datang, 
     melompat-lompat di atas gunung-gunung, 
          meloncat-loncat di atas bukit-bukit.
9   Kekasihku serupa kijang, 
          atau anak rusa. 
     Lihatlah, ia berdiri 
          di balik dinding kita, 
     sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap 
          dan melihat dari kisi-kisi.
10 Kekasihku mulai berbicara kepadaku: 
          "Bangunlah manisku, 
          jelitaku, marilah!
11 Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, 
          hujan telah berhenti dan sudah lalu.
12 Di ladang telah nampak bunga-bunga, 
          tibalah musim memangkas; 
     bunyi tekukur terdengar di tanah kita.
13 Pohon ara mulai berbuah, 
          dan bunga pohon anggur semerbak baunya. 
     Bangunlah, manisku, 
          jelitaku, marilah!
14 Merpatiku di celah-celah batu, 
          di persembunyian lereng-lereng gunung, 
     perlihatkanlah wajahmu, 
          perdengarkanlah suaramu! 
     Sebab merdu suaramu 
          dan elok wajahmu!"
15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, 
          rubah-rubah yang kecil, 
     yang merusak kebun-kebun anggur, 
          kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!
16 Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia 
          yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.
17 Sebelum angin senja berembus
          dan bayang-bayang menghilang, 
     kembalilah, kekasihku, 
          berlakulah seperti kijang, 
     atau seperti anak rusa 
          di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar